Blog
-
Ketika Ingin Merubah Dunia Tanpa Kekerasan
Dengan modal khatam membaca satu buku feminisme dan dendam pribadi atas apa yang sudah ayahku lakukan kepada ibuku (baca: KDRT), aku berangan-angan menjadi aktivis feminisme. Teman-teman kuliahku – terutama pria – aktif dalam ikut serta demonstrasi RUU-KPK tahun 2019, bahkan sahabatku Lisa yang selalu aktif dalam aksi mahasiswa karena dia kuliah jurusan Sosiologi. Lisa dan aku tertarik pada feminisme dan kami kompak ingin menjadi feminis, entah motif apa Lisa ingin menjadi feminis. Jiwa muda kami berkobar-kobar ingin membuat perubahan dengan interest yang sama: feminisme. Kami membayangkan seorang perempuan gagah nan berani berorasi menggunakan toa menuntut keadilan dan kesetaraan gender di depan kantor kerja para pekerja yang dibayar menggunakan pajak rakyat,…


