#DiaryVeni
-
Selamat Bulan September
Selamat memasuki bulan September. By the way, ini adalah bulan lahirku. Setelah lulus kuliah di tahun 2021, aku ngerasa nggak ada yang spesial-spesial amat di hari ulang tahun. Makin dewasa, ulang tahun hanya momen untuk sadar diri kalau kita makin tua, yang makin mengemban beban berat.
-
a clandestine beauty
I discovered a small path uphill - like a secret garden I've dreamed about, and a long lost book title I had never had the chance to read.Â
-
Problem Klasik: Perfeksionisme yang Mengganggu
Sudah 5 tahun lamanya aku bergelut dengan perfeksionisme yang mengganggu ketenangan aku. Sampai pada saatnya aku dikenal dengan orang yang perfeksionis oleh orang terdekatku. Aku sadar perfeksionisme ini timbul karena kejadian yang kompleks di hidup aku. Maka dari itu, aku berusaha buat pelan-pelan merangkul ketidaksempurnaan itu.
-
Pengalaman Pertama Kali Main Kamera Analog
Aku udah niat pengen main kamera analog sejak lama. Sayangnya nggak jadi terus karena lupa mau beli roll filmnya. Nah, kebetulan waktu aku turun di Halte MRT Bundaran HI, aku lihat ada vending machine Instax yang jual roll film kamera analog juga. Jadi, daripada lupa lagi mau beli roll film, aku sekalian beli aja di sana. Dan inilah hasil petualangan visual pertama kali aku sama kamera analogku ini!
-
Tentang 21 April 2025
Tanggal 21 April 2025, aku ngerayain Hari Kartini, sekaligus anniversary yang ke-satu Bogor Line Squad, teman-teman yang udah kuanggap seperti saudara sendiri. Tanggal 21 April ini nggak cuma perayaan Hari Kartini dan anniversary aja, tapi juga merayakan kelahiran kembali diri aku jadi versi yang lebih baik, dari segi kesadaran diri, lingkungan, dan perspektif.
-
Menghadiri Workshop Membuat Gelang Manik-Manik Bertajuk ‘Crafting Forgiveness, One Knot at a Time’
Di bulan puasa yang penuh ampunan ini, aku datang ke workshop membuat gelang manik-manik bertajuk "Crafting Forgiveness, One Knot at a Time" yang diselenggarakan oleh Mengenal Diri dan Djoe&Co Jewels. Workshop ini mengajak kita untuk memaafkan, baik memaafkan diri sendiri, maupun orang lain dengan membuat karya gelang manik-manik, sekaligus buka bersama.
-
Setangkai Cerita dari Bazar Local Brand di Chillax Sudirman
Aku datang ke bazar local brand bertajuk The Art of Gifting di Chillax Sudirman pada tanggal 16 Februari yang lalu. Nuyuy - temanku - memberitahu aku kalau ada event bazar local brand yang mengadakan diskon besar-besaran. Coba, siapa yang gak tertarik? Tapi, ketertarikan itu nggak semata membawa cerita 'habis belanja diskonan' atau 'cuci mata' saja. Ternyata, ada orang-orang hebat yang aku temui di balik bisnis kecil mereka, yang memiliki ide dan konsep uniknya tersendiri.
-
Jadi Volunteer untuk Anak Down Syndrome
Aku jadi volunteer di acara Bulan Peduli Down Syndrome. Dari hari sebelumnya, aku excited banget buat ikut serta dalam acara ini. Terlebih, aku juga suka anak kecil. Tetapi acara ini punya tantangannya tersendiri: berbaur dengan anak-anak berkebutuhan khusus, yaitu down syndrome. Maka dari itu, aku harus siap mental dengan segala tantangan yang ada.
-
Mengapa Aku Suka Menulis dan Membuat Website Blog Pribadi
Alasan Aku Suka Menulis Aku suka menulis sejak kecil, dan menulis adalah salah satu kecerdasan yang aku punya. Hobi ini kusalurkan dengan berbagai cara, mulai dari menulis diary hingga membangun blog pribadi seperti sekarang. Menulis menjadi media untuk refleksi diri, mengungkapkan pikiran, dan mendokumentasikan perjalanan hidupku. Sejak kecil, aku sudah terbiasa mencatat perasaan dan pengalaman dalam buku diary. Sampai sekarang, aku sudah menulis lima buku diary yang berisi perjalanan hidup dan pemikiranku. Menulis menjadi bagian integral dalam hidup aku, sama seperti menggambar, yang juga merupakan salah satu hobi aku. Inspirasiku Menulis dan Membuat Website Blog Pribadi Karena kecintaanku terhadap dunia kepenulisan, aku terinspirasi oleh orang-orang yang sudah punya blog pribadi.…
-
Jalan Berbatu di Desa: Mengayuh Sepeda Menuju Kenangan Lama
Waktu aku dan Linda masih kecil, kami sering bersepeda di jalan berbatu. Kami mengendarai sepeda berwarna pink dan merah dengan keranjang hitam di setangnya. Rambut hitam panjang kami berkibar saat bersepeda. Linda selalu menggunakan penjepit rambut berbentuk bintang, sedangkan aku yang tomboy ini tak pernah mengenakan aksesori feminin karena menurutku itu tidak keren.














