Belanja Buku Diskonan di Warehouse Super Sale Gramedia 2025
Lisa, temanku, ngabarin kalo ada event buku diskonan dari Gramedia hingga 70%. Lihat persentase harga potongannya, siapa yang nggak antusias?

So, habis itu, kita ngatur waktu kapan kita bisa ke sana. Dan kita janjian ke sana di hari Jum’at, tanggal 28 November 2025. Kami ke sana jam 11 siang naik motor.
Sesampainya di Warehouse Gramedia Cakung
Saat kami sampai di gerbang warehouse, ternyata nggak ada dekorasi meriah di situ. Cuma ada poster yang gambarnya persis seperti di atas dengan ukuran A2, berdiri dengan stand tripod, yang letaknya dekat pos satpam. Lalu ada juga banner berukuran sekitar 4 x 2 meter di dinding dekat gerbang. Padahal kalau dilihat persentase diskon yang sampai 70%, biasanya dekorasinya pasti meriah. Seperti event Big Bad Wolf contohnya di tempo hari yang lalu.
Aku turun dari motor dan inisiatif lapor lewat lubang kaca pos satpam, “Pak, maaf, kita mau ke event Gramedia”. Lalu, satpam membuka gerbangnya yang masih setengah terbuka.
Sebelum masuk ke warehouse, seperti biasa, harap setor muka dengan buka kaca helm dan masker ke satpam. “Parkir motornya ada di pojok sebelah kiri sana. Warehouse-nya ada di gedung ujung sebelah kiri”, jelas satpam setelah ngasih kartu parkirnya.
Lalu, kita menuju warehouse yang ada di sebelah kiri.

Memasuki Warehouse Gramedia
Sesampainya di pintu masuk warehouse, staff yang berjaga mewajibkan kami untuk download aplikasi Stock Count dan dokumen berformat excel dengan scan kode QR. Jadi, aplikasi itu digunakan untuk cek harga setelah dipotong diskon, sekaligus cek ketersediaan barang (katanya). Dokumen itu update terus tiap hari. Makanya tiap kita ke sana, wajib download file terbaru dan impor lagi ke aplikasi.
Caranya dengan mengimpor file yang sudah didownload ke aplikasi di tombol “Master Data”, lalu tunggu beberapa saat. Jika impor data selesai, berarti kita sudah punya data buku yang sudah dipotong diskon. Setelah itu, klik “Mulai Menghitung”, lalu pindai barcode buku dengan mengarahkan kamera ke barcode belakang buku. Lalu, judul dan harga buku setelah dipotong diskon akan muncul.


Suasana Event Warehouse Super Sale Gramedia
Memasuki area event warehouse super sale dari Gramedia ini, tidak ada dekorasi heboh pada umumnya. Semua terlihat simple. Cuma ada banner event dan penanda seperti penitipan barang, masuk, kasir, dan kategori buku.

Di rak lantai bawah itu khusus buku anak-anak semua. Kita nggak mampir ke rak itu, jadi kita langsung naik ke atas.


Di lantai dua, masih ada sedikit rak buku anak-anak. Setelahnya, banyak buku berkategori spesifik seperti pada umumnya seperti buku novel, sains, ekonomi, dll.
Entah mungkin aku nggak pernah ke warehouse buku sebelumnya, aku malah mikir semua konsep yang ada di sini menarik. Mulai dari tempatnya yang di warehouse, rak buku, akses ke lantai dua. Semua bermaterial besi, dari struktur bangunan sampai rak dan aksesnya, let’s say a heavy duty concept. Padahal secara material, barang dan alat di sini memang dirancang untuk ketahanan dan keamanan barang. Susah memang anak lulusan arsitektur ini.


Kategori Buku yang Ada
Di sini ada kategori buku anak-anak (yang pastinya lebih banyak), lalu diikuti dengan komik, psikologi, self-improvement, sosial, sains, ekonomi, bisnis, dan fiksi.
Aku nggak banyak lihat buku best-seller seperti di toko buku pada umumnya. Jadi, sepertinya buku-buku di sini bukan yang laris di pasaran banget. Kalaupun ada, seperti novel Cantik Itu Luka, itu pun udah ludes terjual. Cuma tersisa buku yang udah dibuka. Mungkin karena aku datang pas udah mendekati akhir periode event, jadi ketinggalan lihat buku best-seller.
By the way, aku suka baca buku psikologi dan self-improvement. Jadi aku sering bolak-balik di area rak ini. Bisnis dan ekonomi juga.

Lisa seneng banget lihat-lihat novel. Dia suka novel fiksi, by the way. Makanya dia lama di area novel fiksi, sedangkan aku lama di area rak self-improvement dan ekbis (ekonomi dan bisnis).


Selain genre psikologi, self-improvement, dan ekbis, aku juga suka science, spesifiknya astronomi, tapi kebanyakan di sini genrenya lebih ke social science sih. Buku science yang aku beli cuma Origin Story: Kisah Asal-Usul dari David Christian.
Mau Tau Buku Apa Aja yang Udah Aku Review?
Review Buku Heavier Than Heaven dan Perjalanan Emosional Kurt Cobain
Review Buku Rebel Notes: Catatan Seniman Pemberontak
Aku Enjoy ke Event Ini Karena…
Efektivitasnya
Di sini, banyak buku yang diskon 25%, 50%, dan 70%. Terlebih, kita harus cek harga dengan pindai barcode buku dari masing-masing hape kita. Menurutku, hal ini jadi pengalaman yang menarik sekaligus seru buat aku.
Kalau dibandingkan dengan event Big Bad Wolf, kita harus punya foto pricelist dengan mencocokkan abjad di masing-masing buku. Seperti contoh buku berjudul The Woman in Me, label yang tertera di buku berhuruf “L”. Maka di foto pricelist yang kita punya, kita harus cari harga buku berlabel huruf “L”, maka itulah harga diskonnya. Jadi, agak ribet, karena kita harus cari satu per satu harganya berdasarkan label huruf bukunya.
Kalau di event ini, menurutku cek harganya lebih efektif dan nggak makan waktu. Jadi kita tinggal scan barcode di belakang buku dengan hape kita, lalu layar di hape menampilkan harga diskonnya. Lebih efektif, kan?
Kendala di Event Ini
Suhunya Panas
Nggak enaknya, udara di sini agak panas. Kipas yang ada pun nggak menjangkau sampai lorong antar rak. Cuma ada standing fan besar yang biasa dipakai untuk kondangan, itupun cuma ada satu. Sisanya mungkin udara panas di sini dibantu keluar dengan exhaust fan dari warehouse seperti pada umumnya. Jadi, meskipun panas, udara nggak pengap banget.
Udah gitu aku pake baju berbahan rib knit yang tebal pula. Aku jadi kepanasan. Tapi karena enjoy lihat-lihat dan cek buku diskonan, aku jadi bawa asyik aja.
Lorong Antar Rak yang Sempit
Lalu, di rak-rak kategori novel, lorong antar rak juga sempit sekali. Kalau dibilang muat dua orang, sepertinya masih kurang. Spacenya kira-kira hanya sekitar satu meter dari rak satu ke lainnya. Jadi kalau kita mau lewat dan di depan kita masih ada orang, kita harus lewat dengan menyampingkan badan.
Yang kasihan adalah para jastipers di sini yang bawa troli. Kalau mau lewat dan ada orang di depannya, maka dia harus memutar satu rak lagi. Makanya banyak jastipers yang meninggalkan troli di pinggir rak. Jadi saat mereka lihat rak buku, mereka nggak ribet harus bawa troli.
Rak Bagian Atas yang Susah Dijangkau
Selain itu, agak susah juga untuk cek buku yang letaknya di rak bagian atas. Bisa lihat sendiri di foto di bawah ini. Ini rak bagian atas: masih sangat penuh dan rapi di banding rak tengah yang mulai sedikit, karena susah dijangkau.
Kalau pun ingin melihat judul bukunya satu per satu, leher harus mendongak ke atas dengan waktu yang agak lama. So I can say, peletakan buku di atas seperti ini kurang efektif untuk dipajang di sebuah event diskonan. Karena pengunjung pasti udah malas duluan bahkan untuk sekedar lihat bukunya.

Bagi yang tinggi badannya nggak nyampe, cuma bisa panggil staff untuk bantu ambil. Karena aku malas lihat rak atas yang bikin leher pegal, jadinya aku fokus ke rak tengah dan bawah. Buku di rak bagian atas cuma aku lihat dari judulnya di sisi buku.

See? Aku cuma bisa lihat doang. Malas ambil bukunya langsung. Nengok ke atas pun lama-lama males karena bikin leher pegal.
Data Harga Buku setelah Diskon Suka Nggak Muncul
Anyway, kadang buku yang kita scan di hape masing-masing suka nggak keluar harga diskonnya. Makanya kita berdua suka ganti-gantian scan barcode dari hape satu sama lain. Ada satu kejadian pas Lisa mau cek buku, waktu dia scan barcode di hapenya, harga diskonnya nggak muncul. Giliran discan di hapeku, harga diskonnya muncul. Entah kenapa kok bisa begitu.
Buku yang Aku Beli
Akhirnya, aku beli empat buku. Nggak nyangka buku Origin Story: Kisah Asal-Usul harganya jadi Rp29.400 dari Rp98.000, karena diskon 70%. Sisanya ada yang diskon 25% dan 50%. Yang lainnya ada buku Think Strategy, Chicken Soup for the Soul: Menemukan Kebahagiaan, lalu The Art of Letting Go: Seni untuk Melepaskan.
Aku nggak terlalu mau beli banyak buku sih. Karena tanggal 2 November yang lalu aku udah beli buku di event Big Bad Wolf meskipun cuma dua buku. Hahaha. Aku mau berhemat soalnya.

Lisa beli buku empat buku novel seri Ther Melian dari Shienny M.S. Harganya masing-masing Rp115.000, dapat diskon 70% jadi Rp34.500 per buku. Lumayan banget kan?
Setelah itu, kita bayar ke kasir. Saking panasnya, ada yang jual minuman dingin juga. Pastinya dari Gramedia juga yang jual.

Dan ini totalan harga buku yang aku beli hari ini. Aku bisa hemat Rp326.200 dari Rp530.000. Worth it banget loh event buku diskonan ini.

Apakah Event Warehouse Super Sale dari Gramedia ini Worth It?
Secara keseluruhan, event ini worth it kalau tujuanmu memang berburu harga diskon besar dan kamu nggak masalah dengan tempat yang sederhana.
Diskonnya emang menggiurkan, ada yang 25%, 50%, sampai 70%. Beberapa buku bisa jadi super murah sampai bikin kaget sendiri.
Pengalaman cek harga lewat barcode dari hape masing-masing juga lebih efektif dibanding event diskonan lain yang pakai pricelist manual. Tapi kalo kamu tipe yang cari suasana nyaman, dekorasi seru, katalog lengkap, atau buku-buku best-seller yang masih segar, event ini bisa terasa kurang memuaskan.
Jadi, worth it-nya tergantung ekspektasi kamu: buat hemat besar, iya. Buat efektivitas, iya banget. Tapi kalau buat pengalaman belanja yang adem dan rapi, jelas bukan tempatnya. Mengingat tempatnya diadakan di warehouse, gudang stok dan penyimpanan barang, yang memang pada dasarnya didesain bukan untuk sebuah event.


